Catatan perjalanan ini dikirim oleh klien kami, Ibu Ade Dewijanti via e-mail. Dan di publish di sini atas ijin beliau. Terima kasih. Dear all, Setelah parno nggak bisa naik gunung di sekitar Jawa Tengah karena kebakaran hutan ilalang di beberapa jalur pendakian, akhirnya wiken 12-13 September lalu, jadi juga aku naik gunung Merbabu (3142 mdpl) […]

Read More

Di depan kami adalah sebuah kubangan lumpur dengan aroma khas kandang sapi. Barisan perdu dan pohon rotan berduri yang beberapa batangnya patah tersaruk mengelilinginya dengan cahaya langit yang bebas menerobos dari sisi utara. Di sisi yang lain adalah kanopi hijau hutan tropis dataran rendah yang lebat. Pak Odah, pemandu kami dari Taman Nasional menjelaskan kepada […]

Read More

Air tak begitu coklat, normal-normal saja sepertinya. Mungkin tadi malam tak hujan di sini. Memang, kalau hujan turun dengan deras pada malam hari, maka air pada pagi hari akan mewujud riak-riak coklat seperti seduhan coffemix panas. Dan kalau sudah begitu, sungai Bogowonto akan menunjukkan kengeriannya.

Read More

Akan dibawa kemanakah petualangan-petualangan kita? Apakah cukup dengan memotret pemandangan-pemandangan indah lalu menulis dan menyebarkannya kepada dunia? Petualangan akan menjadi lebih bermakna jika kita membawanya kepada manfaat. Manfaat seperti apa? Humanity. Begitulah, di “tempat-tempat yang entah” kita akan berinteraksi dengan manusia-manusia sederhana. Bogowonto, dengan ribuan masyarakat sederhana tinggal di tepiannya. Apa yang harus dilakukan? Jika […]

Read More

Sembari berpikir di atas perahu, Bogowonto benar-benar istimewa. Segala potensi yang mendukung wisata hadir di sini. Alam, penduduk, seni budaya dan tentu saja petualangan. Semoga dari pengarungan Bogowonto ini akan memberikan manfaat. Untuk siapa? Setiap yang baik akan kembali kepada yang baik pula. Untuk Bogowonto, semoga.

Read More

Separuh lintasan lagi yang harus terpetakan, Bogowonto bawah. Sudah terencanakan, 2 minggu setelah pengarungan Bogowonto atas. Semangat yang tinggi bergelayut, Bogowonto atas adalah ketegangan yang telah berhasil dilewati. Sementara, sekarang di Bogowonto bawah adalah saat untuk lebih menikmati pengarungan dengan riang sambil menguasai medan yang esok akan berguna bagi kami. Beberapa tim sudah pernah mengarungi […]

Read More

Beberapa titik-titik menarik saya plot. Entah itu titik dengan jeram bergradien tinggi ataupun titik dengan pemandangan yang menakjubkan. Kami bertemu 2 buah curug lagi saat perahu memasuki wilayah Burat. Tampaknya perahu hampir memasuki wilayah kabupaten Purworejo. Di kiri (timur) sungai adalah wilayah Purworejo, sementara di kanan (barat) sungai adalah wilayah Wonosobo. Masih belum menemui perkampungan.

Read More

Tak ada yang membosankan di Bogowonto atas. Dayungan harus selalu terjaga. Sang skipper tak henti-hentinya berteriak memberikan aba-aba. Jika ada kelokan tajam dengan jeram-jeram yang tak terlihat dari jauh, maka scouting harus dilakukan. Jika masih terlihat jalur-jalurnya, maka pengamatan bisa dilakukan dari atas perahu sambil berdiri. Pukul 10.41, perjalanan terhalang oleh barisan batuan besar di […]

Read More

Saya menyukai pengarungan sungai Pekalen di Probolinggo, penampang sungai yang sempit dengan tempo yang cepat karena aliran air yang selalu bergradien. Tebing batu di kanan kiri, dengan pemandangan yang alami. Jeram-jeram yang tak kunjung berhenti. Kadang berupa undak-undakan dengan hole di beberapa bagiannya yang menunggu datangnya perahu terbalik. Under cut hadir di setiap kelokan sungai. […]

Read More

Sebuah pick-up dengan perahu karet berwarna merah di atasnya dan 6 orang duduk di bak dengan perahu sebagai atapnya. Jika pick-up itu berjalan di sekitar Borobudur, itu bukanlah sebuah keanehan. Pastilah mereka akan mengarungi sungai Progo atau Elo. Itu kesibukan yang selalu dialami para sopir pick-up di sekitar Borobudur setiap hari Sabtu-Minggu. Namun jika berjalan […]

Read More

Elo-Progo, site arung jeram paling ramai di Jawa Tengah yang terletak dalam 1 kawasan. Sementara Borobudur menjadi magnet penggoda kunjungan orang dalam kawasan tersebut. Kami membayangkan hal seperti itu di Bogowonto. Lalu kami buka peta Bogowonto, benar juga hampir sama. Sungai Elo di sebelah timur akan bertemu dengan sungai Progo di Progo tengah lalu menjadi […]

Read More

Bentang sawah mendominasi daerah tepian sungai Bogowonto, dari atas hingga ke bawah. Dan sawah-sawah ini mendapatkan anugrah air yang berlimpah dari aliran sungai Bogowonto. Beberapa titik sungai dibendung, memecah aliran sungai menjadi aliran kecil. Aliran kecil ini akan menuju kepada petak-petak sawah di pedesaan. Landscape yang menarik minat para pendatang untuk sekedar menghabiskan liburan di […]

Read More

Pemilihan starting point dan finish point harus dipersiapkan. Di mana aspek-aspek yang mendukung, dimana aspek-aspek yang tidak mendukung. Di hadapan kami adalah 2 lembar peta Bakosurtanal yang mencangkupi aliran sungai Bogowonto dari kecamatan Kepil, Wonosobo hingga kota Purworejo. Ada belasan tempat-tempat di pinggiran sungai Bogowonto. Lalu bertanya-tanya di tempat mana perahu akan menepi, untuk kembali […]

Read More

Wonosobo, jalan raya Purworejo-Wonosobo kami lewati dengan motor, kota Wonosobo dan Purworejo dibatasi oleh gapura perbatasan yang dikelilingi hutan pinus. Jalan raya ini adalah jalan raya yang meliuk-liuk membelah perbukitan Menoreh. Beberapa lobang menganga mengintai kelengahan para pengendara kendaraan bermotor. Saya membayangkan bahwa kelak jalan raya ini akan sering dilewati barisan pick-up yang membawa perahu […]

Read More

Informasi datang silih berganti, itulah yang kami butuhkan. setidaknya dari informasi itu kami menjadi yakin bahwa pengarungan dapat berlangsung dengan aman. Beberapa tim pengarung dari mapala-mapala di Jogja telah memberi informasi yang menggembirakan tentang Bogowonto bawah. Terima kasih Palapsi, Silvagama, Makupela dan beberapa tim lain atas informasinya. Lalu bagaimana dengan Bogowonto atas? Tak ada informasi […]

Read More

salam lestari, “lha priyayi putri-putri kok yo do wani ?” (para perempuan ini kok pada berani ?) celoteh salah seorang petani baik hati dari belasan petani dan pencari ikan yang kami temui sepanjang pengarungan ini. Sementara lirikan matanya tertuju kepada Sukma dan sang skiper, Nurul. Petani ini hanyalah salah satu dari belasan petani yang kami […]

Read More

Dia tampak seperti sebuah monumen, yang selalu dilihat di pagi dan sore yang cerah dari setiap sudut kota Jogja. Dia tampak seolah-olah seperti piramida yang menusuk langit dan memberi pesan bahwa suatu saat bencana akan didatangkannya. Dia memberikan inspirasi tersendiri bagi beberapa hotel berbintang di Jogja agar membangun kamar-kamar mahal dengan jendela yang menghadap ke […]

Read More

Aku cukup beruntung dianugrahi Gusti sepotong tubuh yang tinggi dengan langkah-langkah kaki yang panjang. Ini terkait dengan apa yang aku lakukan selama ini, mendaki gunung memimpin orang-orang dari luar negeri. Sebagian besar di antara mereka pastilah mempunyai tinggi badan di atas 6 feet (180 cm). Dan 1 langkah kaki mereka berarti sama panjangnya dengan 2 […]

Read More

hari pencukuran gimbal, Aransemen nada ini begitu familiar, mengalun syahdu diiringi semilir angin gunung di sepanjang jalan raya Dieng hari Minggu itu. Orang-orang yang hilir mudik begitu ramai tak mampu melawan suara tek-tek dari perkusi bambu yang dimainkan  sekitar 15 orang. Bukan nada-nada gubahan gending Jawa, bukan pula dari nada-nada pop masa kini. Mereka memainkan […]

Read More

hari napak tilas, ..syahdan suatu hari ketika halimun rapi membalut batu-batu tua di pagi hari, Gestur wajah pria lepas paruh baya ini menampakkan kelelahan. Hari-hari terakhir ini, beliau telah ikhlas ijinkan segala beban hadir di pundaknya. Beban untuk meneruskan tradisi santun yang telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyangnya. Bahkan butir-butir upas kemarau (butiran […]

Read More

~ Dari perjalanan saya di Komodo, beberapa bulan yang lalu Cerdas. Itulah yang bisa saya gambarkan mengenai binatang purba ini setelah mendengarkan kisahnya dari para polisi Kehutanan di Taman Nasional Komodo Desember 2010 lalu. Komodo Dragaon (Varanus komodoensis) adalah keturunan langsung dari hewan purba yang masih hidup dan dapat kita lihat hanya sekali lagi hanya […]

Read More

11 Juli 2010, di hari ketika kabut enggan menutupi yang biru… 8 anak kecil berpipi merah, berusia sekitar 4-5 tahun dikirab dengan beberapa kereta kuda. Dipagari para abdi berpakaian Jawa yang mengawal kirab dari barisan pemangku adat di depan hingga para penari di belakang. Para penari yang terus menari selama mengelilingi kampung/ Ada penari Tek-tek […]

Read More

Guiding ke Rinjani, 17-24 Mei 2010 bersama Zachary Knight, Jim Steele dan Rebecca Leija Hanya segelintir epilog dari perjalanan panjang ini. Kami disambut para porter di Plawangan Sembalun dengan breakfast roti bakar dan bubur ayam sembari menikmati beberapa sisa cemilan yang ada. Beberapa gelas capuccino dan teh hangat pun terhidang untuk mereka. Ya, seluruh logistik […]

Read More

Guiding ke Rinjani, 17-24 Mei 2010 bersama Zachary Knight, Jim Steele dan Rebecca Leija Summit attack di Rinjani bukan sesuatu yang mudah untuk dijelaskan. Zach sering menanyakannya pada saya, mana yang lebih sulit antara Rinjani atau Semeru. Dan saya hanya menjelaskan dengan sederhana, bahwa Semeru memang lebih sulit namun Rinjani lebih panjang dan membutuhkan kesabaran.

Read More

Guiding ke Rinjani, 17-24 Mei 2010 bersama Zachary Knight, Jim Steele dan Rebecca Leija Seketika suara menggelegar datang dari udara. Lalu entah apakah ini sebuah sugesti, tanah di Plawangan Sembalun ini seperti bergetar. Begitulah, letusan Barujari datang setiap 5-6 jam sekali. Dan saya berharap ketika kami berjalan di atas Segara Anak dini hari nanti, Barujari […]

Read More

Guiding ke Rinjani, 17-24 Mei 2010 bersama Zachary Knight, Jim Steele dan Rebecca Leija Dinner resto yang begitu romantis. di atas ketinggian 3000 meter dpl dengan bulan separuh purnama berdian di atas. Mewujud pandangan jauh ke depan, ke arah Segara Anak. Segala hidangan barbeque pun hadir di sini. Hasil racikan pria-pria sederhana yang sepanjang hari […]

Read More

Guiding ke Rinjani, 17-24 Mei 2010 bersama Zachary Knight, Jim Steele dan Rebecca Leija Saya selalu nyaman di sini, savana. Kenapa? Saya merasa sangat kecil di sini. Saat kecil kita sering bermain di sebuah lapangan yang luas, anggaplah kita bermain layang-layang lalu tiba-tiba serentak berlari mengejar layang-layang putus hingga ujung lapangan yang dipagari kampung-kampung. Seperti […]

Read More

Guiding ke Rinjani, 17-24 Mei 2010 bersama Zachary Knight, Jim Steele dan Rebecca Leija Di mana-mana turis asing hilir mudik di Selaparang, sementara saya menunggu Zachary beserta keluarganya di pintu kedatangan. Kamis, 20 Mei 2010 pukul 4 sore waktu Lombok pesawat yang dia naiki telah mendarat di Lombok. Dan saya akan menjemput mereka lalu mengantarkan […]

Read More

Guiding ke Rinjani, 17-24 Mei 2010 bersama Zachary Knight, Jim Steele dan Rebecca Leija   Selasa, 18 Mei 2010 menjelang pukul 3 sore waktu Lombok. Kaki saya menapak tanah Lombok. Bus yang saya naiki menurunkan beberapa penumpangnya di terminal Mandalika, Mataram. Aroma mendung langsung menyapa di atas. “Ahh, seperti halnya Jogja yang selalu mendung di […]

Read More

Guiding ke Rinjani, 17-24 Mei 2010 bersama Zachary Knight, Jim Steele dan Rebecca Leija Mei ini hampir selalu hujan tiap sorenya di Jogja. Menjelang Juni yang kemarau, sisa-sisa air yang tertinggal di atas mulai dihabiskan. Sekedar sebagai pengingat, “Hai para backpacker, bulan Juni segera tiba. Mari, mari berpetualang mengelilingi Indonesia menyambut kembalinya matahari yang panas […]

Read More

Namanya Pak Min, petani sederhana di lereng utara gunung Merapi. Yang menyambut pagi dengan menghangatkan diri di perapian pawon rumahnya. Lalu menghirup aroma kopi tubruk buatan menantunya sebelum bergelinjang dengan hangatnya surya di tegalan. Rumah kecil yang selalu ramai tiap akhir pekan. Ya, rumah ini adalah tujuan utama para pendaki sebelum menapaki setapak Merapi hingga […]

Read More

Merapi guide, Sekolah Bahasa Realia Jogyakarta, 30-31 Januari 2010   Bagi kami, Merapi adalah taman bermain dan sekolah alam. Namun bagi para klien yang saat ini sedang terlelap di dalam tenda, memandang Merapi adalah memandang cantiknya Indonesia dari atas ketinggian. Hmm, mungkin suatu saat saya akan menghadirkan sebuah konsep sekolah alam dalam proyek guiding pendakian […]

Read More

Merapi guide, Sekolah Bahasa Realia Jogyakarta, 30-31 Januari 2010 Januari, ketika matahari mulai bergeser dari selatan ke arah equator (utara). Yang menyebabkan senja selalu datang terlambat, dengarlah suara azan Maghrib yang berkumandang selepas jam 6 sore ini. Ada penghujan yang menyebabkan Anaphalis javanica enggan untuk berbunga di lembahan Merapi. Sebut saja dia sang edel yang […]

Read More

Merapi guide, Sekolah Bahasa Realia Jogyakarta, 30-31 Januari 2010 Ada sesuatu yang hambar jika kisah pendakian Merapi akhir pekan kemarin hanya melayang di udara, pun saya telah menuliskannya di kertas lusuh dengan bercak coklat itu. Tapi, bukankah hanya saya yang membacanya, tanpa ada orang lain yang merasa apa yang saya rasakan. Dan begitulah, di Kamis […]

Read More

Museum Dieng “Kailasa” terletak di kompleks Gedung Arca milik Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, di dekat Candi Gatotkaca, Dieng, Kecamatan Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Dengan dibangunya Museum Kailasa menambah kekayaan obyek wisata di Banjarnegara, Museum ini diresmikan oleh Menbudpar tanggal 28 Juli 2008, Museum Kailasa ini berisi artefak dan cerita tentang geologi, flora-fauna, […]

Read More