Siang ini seperti hari biasa yang kulalui ditengah pengungsian SD Sewukan Desa Sewukan, Kecamatan Dukun, Kab. Magelang. Sebenarnya rumahku bukan disini tetapi di sebuah dusunq yang terletak kurang lebih 6 km dari puncak Merapi.  Terpaksa aku harus mengungsi ke sini,,ke Sekolah ini..aku tidak bisa sekolah..karena sekolahku hanya berjarak 6 km dari Pundak Merapi..begtu mungkin wahyudi Berujar dalam Benaknya.

Wahyudi adalah seorang diantara ribuan anak2 dipengungsian yang ada di lereng Merapi yang meliputi kab. Magelang,Sleman,Boyolali

Ya..ternyata memang Merapi memberikan dampak yang sangat luas bagi masyarakat yang tinggal di lerengnya. Sebagian besar mata mungkin lebih tertuju kepada Desa Hargobinangun, Kepuharjo sekitaran jalan kaliurang km 20 ke atas. Karena memang dampak Merapi terbesar lebih banyak dirasakan ke penduduk di sana. Namun kadang kita juga terlupa ada beberapa desa yang “terkesampingkan” karena Alhamdulillah awan panas tidak mengarah kesana yaitu sekitar Kab. Magelang.

Sehari kemarin saya mendapat tugas dari Satu Bumi FT-UGM untuk menghibur anak2 dipengunsian salah satunya lewat lomba menggambar. Apa daya 1 minggu dipengungsian membuat anak2 tersebut tidak sekolah dan mati gaya di pengungsian. Sebagian besar bantuan hanya berkutat pada logistic karena memang itu yang utama dan kehidupan sehari2 seperti MCK dll.

Namun ternyata melihat dari sorot pandang anak2 tersebut di pengungsian, yaa. Walaupun saya bukan orang dengan background psikolog..saya bisa menangkap penderitaan bathin yang begitu mengena pada mereka. “Kematigayaan” mereka sehari2 di pengungsian membuat mereka menjadi begitu trauma dengan bahaya Merapi..

“Ayo..anak2 semua berkumpul di sini kita mau ada lomba”..begitu Mbak Umi,,temanku berteriak mengumpul anak2 untuk lomba menggambar dan mewarnai. Woow,,rupanya antusiasmemereke begitu memuncak. Mungkin karena selama hamper 1 minggu di pengungsian tidak ada kegiatan yang berarti.Lomba dibagi menjadi tiga katogeri, TK – Kelas 1 SD Mewarnai, Kelas 2 – 3 SD mewarnai, Kelas IV – Kelas VI SD Menggambar. Pada lomba menggambar aku berikan tema pada mereka Yaitu, “Gunung Merapi dan Aktifitasnya”.

Namun lomba yang direncakan pada jam 13.00 agak molor hingga pukul 13.45. Kakak Koko teman saya yang bertugas sebagai frontliner di depan perangkat Desa Sewukan, nampaknya agak kesulitan untuk mendapat tempat anak2 lomba. Padahal cocotan koko sajane wes ampuh, tetapi gagal juga, karena kunci ruangan tempat untuk lomba dibawa salah satu perangkat Desa entah kemana.Lagiupula karena sementara ruang2 kelas dipakai untuk :”leyeh-leyeh mati gaya orang tuanya” jadi terpaksa lomba kami gelar di Tenda Pleton milik Garuda Indonesia. Hehehe..lumayanlah make tenda pleton milik perusahaan itu dari pada gak ada gunanya..Lomba pun dimulai, anak2 dengan tertib berusaha saya dan mbak umi kondisikan untuk duduk yang rapi. Sementara itu Anta,Wawan dan Adam membagi2kan kertas dan pensil serta crayon.

Lomba pun dimulai, karena waktu sudah menunjukan pukul 13.30, lomba hanya saya batasi 30 menit. “Tema gambarnya adalah Gunung Merapi dengan aktifitasnya ya adek2” teriakku menggunakan megacot. “gambarnya boleh dua gunung mas?” Tanya salah seorang peserta. Ada lagi yang lain “gambar2nya ada wedhus gembelnya ya mas”? Tanya yang lain lagi. Macam2 pertanyaan mereka yang timbul. Walupun hanya gambar gunung, tetapi dengan tema gunung Merapi kali ini tentunya bukan gunung yang biasa. Sementara itu lomba mewarnai berlangsung untuk anak2 tk hingga kelas 3 SD di tempat yang sama. Ramai sekali ketika itu. Hehehe..ada juga pemda berseragam ikut2an mengambil foto aktifitas kami. Ya mungkin lumayan buat laporan ke atas. Ada aktifitas nih pak di pengungsian. Ah bodo amat aku gak ambil pusing..monggo pak silahkan diambil fotonya,,bathinku..hehehe..

Waktu sudah menunjukan pukul 14.30, lomba harus segera kami akhiri. “ayo2..gambarnya dikumpulin adek2., yang mewarnai kumpul ke mbak umi sama mas anta,, kalo yang menggambar kumpulin ke mas fajar” sekali lagi aku berteriak menggunakan mengacot bahkan berulang-ulang, karena mereka masih asyik dengann aktifitasnya. Lumayan banyak juga..ada sekitar 150 anak yang mengikuti lomba kali ini. Gambar2 pun aku kumpulkan..wah banyak sekali..susah ini kalo penjurian aku sendiri. Akhirnya aku memutuskan ke Posko anak2 Satu Bumi..eee..kebetulan ada Mbah Jarod..Seniman serba bisa kita di Posko. “Mbah..tolong di nilai ni,,juara 1 ampe 5 mbah”..wah banyak sekali ternyata. Tadinya aku mau bikin system Datum saja..berdasarkan kelengkapan gambar dan kretatifitas. Namun karena bisa kelamaan. Langsung saja mbah jarod mengambil tumpukan gambar itu, dan langsung dilihatnya satu persatu. Hmmm dengan sekilas mbah jarod bisa mengambiil 10 terbaik, dari 150an, kemudian menyeleksinya hingga 5 terbaik. Alhasil juara pertama jatuh kepada Wahyudi, bocah yang saya ceritakan di awal tulisan..

Lengkap sekali gambar Wahyudi ini..ada gunung Merapi lengkap dengan lahar dan wedhus gembelnya, tak lupa juga jalur evakuasi, orang bawa ternak, dan orang dievakuasi menggunakan mobil bak terbuka..tidak heran mbah Jarod mendaulatnya sebagai juara..hehe

Akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB, berarti sudah saatnya pengumuman para pemenang diselenggarakan. “Ayo ayo adek2 kita kumpul di tenda, mau ada pengumuman pemenang lomba nih” ujarku. Langsung saja tanpa menunggu waktu lama ratusan anak langsung menyerbu tenda. Perlu sedikit waktu untuk mengkondisikan anak2 duduk dengan tertib di dalam tenda. Akhirnya satu persatu pemenang pun di panggil ke depan olehku dan umi. Setelah hadiah dibagikan ada sedikit perubahan rencana. Koordinator posko Fawaz, memasrahkan hadiah hiburan berupa buku gambar dan buku tulis dibagikan pada semua peserta lomba. Awal mulany berjalan lancar .  anak2 menunggu giliran dengan tertib. Namun pada akhirnya terjadi sdikit rebutan. Banyak orang tua yang anaknya tidak ikut lomba juga ikut2an minta hadiah ke panitia.. Waduuh..piye iki..alhasil..gak kebagian smua deh tuh peserta lomba..gimana lagi namanya sayang ama anak..dibela2in deh minta langsung ke kita walaupun anaknya gak ikutan lomba..hehehe..namun kasian juga ada anak yang gak kebagian..MasyaAllah tau nggak bro..dikasih bolpen satu aja senengnya minta ampun..setelah acara selesai ada orang tua lagi datang pada saya.. “mas, anakku ora kebagian bolpen ki mas..nangis ki”katanya padaku..anak itu pun menangis di gendongannya..”Ya udah bu ambil saja bolpen saya” (padahal buka bolpen hadiah lomba, Cuma bolpen faster yg tintanya mau abis)..eh siapa sangka anak itu langsung berhenti nangisnya..

Begitulah kisah kecil ini saya ceritakan sama temen2..kebutuhan psikologis semacam ini sangat dibutuhkan oleh anak2 di pengungsian..agar mereka tetap semangat belajar walaupun dalam keadaan bencana..kita smua gak boleh menutup mata, kita harus bantu sesama. Mengutip kata seorang teman dimulai dari yg terkecil dari diri sendiri dan dari sekarang..

Mari bergabung bersama satubumi tanggap bencana Merapi

Bagi temen-temen yang mau ikut berpartisipasi dalam tanggap Merapi dapat menyalurkan bantuannya ke :

Ø No Rek Tujuan : Bank Mandiri a/n Rahmad Suyudi (0060005993484)
Ø No Rek Tujuan : Bank BCA a/n Gunawan Wahyudi (0373003104)
Ø No Rek Tujuan : Bank BNI a/n Dwi Sukma Pratiwi (0104601062)

Konfirmasi transfer silakan menghubungi Sdr. Antok (085747537752)

Punya tenaga dan waktu bisa bantu2 di posko,silahkan hub sdr. Jendul (081392501788)

Info lebih lanjut tenang satubumi tanggap bencana Merapi,silahkan klik di

Mengutip kata seorang teman “dimulai dari yg kecil ,dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang”

Fajar Suryo Isworo

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.
Fill Captcha
Fill Captcha