Dikelilingi hawa panas di dalam besalen (tempat pembuatan keris) berdinding batu bata berukuran 3×5 meter ini, 2 orang asisten Mpu Sungkowo sedang mengerjakan proses tempa pamor. 1 orang bertugas membolak-balik logam di bara api dengan arang kayu jati. Lalu seorang lagi bertugas sebagai panjak, memukul lempeng logam yang terbuat dari besi, baja, nikel, klorin, nikel, titanium hingga batu meteor sampai pipih lalu dilipat menjadi 2. Setelah dilipat, lalu dibakar lagi ke perapian. Dan begitu seterusnya hingga dapat mencapai 4096 lipatan sesuai deret ukur (1,2,4,8,16,32,64,128,256,512,1024,2048,4096)

Gambar diambil ketika sang panjak memipihkan lempeng campuran logam dengan palu godam baja, sementara seorang lagi menahannya dengan supit (cathut baja) panjang.

Kamera : Nikon D 80

Lokasi : bengkel seni tempa pamor Mpu Sungkowo Harumbrodjo (keturunan Empu Supa ke-17 dari jaman Majapahit) Dusun Gatak, Sumberagung, Moyudan, Sleman – DI Yogyakarta.

Waktu : 3 November 2015, 10:46 WIB

~ jarody hestu

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.
Fill Captcha
Fill Captcha