Kandangnya para peternak kuda Sumbawa ini bukan hanya sepetak tanah dengan bangunan kayu beserta kuda-kudanya yang berjejer rapi. Melainkan, berhektar-hektar sabana hijau dengan pohon-pohon untuk berteduh dan aliran air kali yang berhulu di Tambora. Laut dan gunung menjadi pagarnya.

Mereka melepas kuda-kuda, kerbau, sapi ke sabana yang mereka kunjungi seminggu 2 minggu sekali. Memberikan seember air garam pada ternak mereka agar nafsu makannya meningkat. Jika mereka akan mengambil susunya, mereka mengejar kuda-kuda tersebut ala koboi dengan tali lasso, karena liar, tentu saja sulit sekali menangkap kuda-kuda terdebut. Tetapi para peternak mempunyai sense tersendiri atas kuda-kudanya.

Kuda-kuda tersebut dicap di bawah tulang ekornya, dan mereka akan bergerombol menurut rombongannya. Tak akan lepas dari rombongannya. Pemandangan ternak yang melintas jalan lintas barat Tambora ini tentu saja menjadi daya tarik sendiri bagi para pendaki gunung Tambora ataupun wisatawan yang akan menuju Calabai atau Labuhan Kenanga untuk menyeberang ke pulau Moyo dan Satonda.

Kamera : Nikon D 80

Lokasi : Sabana Tambora – Doro Ncanga

Waktu : 16 April 2015, 09:30 WITA

~ Jarody Hestu

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.
Fill Captcha
Fill Captcha