Salam lestari,

Ray of light. Cahaya matahari dari atas dipendarkan oleh batang, ranting dan dedaunan yang menutupi lobang. Luweng Grubug, kami ke sana. Kawasan karst Jomblang yang kering tiba-tiba saja menjadi lembab dan sejuk berbau tanah di kegelapannya. Selepas menuruni 40 meter lobang Jomblang hingga trekking kering menuju lobang Grubug, di mana sinar itu jatuh.

Alhamdulillah perjalanan caving Jomblang telah kami lewati kemarin. Oleh-oleh foto yang menakjubkan serta tulisan perjalanan kami bingkai dengan senang hati. Mohon maaf atas segala khilaf kami. Terima kasih.

Sampai jumpa di destinasi-destinasi berikutnya, be brave. :)

Caving Jomblang
30 Oktober 2011

Siluet caver. Courtesy of Reyhan KD – Equator indonesia

Menuju kegelapan selasar antara Jomblang-Grubug. Courtesy of Reyhan KD – Equator indonesia

Di kegelapan dengan cahaya sinar karbit. Courtesy of Reyhan KD – Equator indonesia

Tulisan mas Harry Rakhmat di Scribd, klik

Terima kasih teruntuk :
• Allah SWT
• Team : Harry Rakhmat, Bastian, Indah, Dida
• Jomblang resort-Gunungkidul, HIKESPI
• Aminudin transport
• Reyhan KD – fotografer
• Satu Bumi Mapala Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Tim sebelum turun Jomblang. Courtesy of Reyhan KD – Equator indonesia

Terima kasih, matur nuwun :)

Equator Indonesia
~ be brave

Menuruni luweng Jomblang dengan seutas tali. Courtesy of Reyhan KD – Equator indonesia

Melihat ornamen lantai. Courtesy of Reyhan KD – Equator indonesia

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.
Fill Captcha
Fill Captcha