Salam lestari,

Arung jeram, mari memandang kegiatan ini dalam paruhan waktu di belakang, kira-kira 15-20 tahun yang lalu. Orang-orang ketika itu masih memandang kegiatan ini sebagai sesuatu hal yang eksklusif. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang mungkin akan memandang bahwa kegiatan ini setara dengan kegiatan beresiko tinggi lainnya seperti diving, paralayang dan lainnya. Tak semua orang bisa menikmatinya, atau dengan perkataan lain bahwa orang akan bingung untuk memulainya dari mana? Jika mereka masih pemula.


Hanya ada satu dua operator pengelola arung jeram, jumlah perahu masih sedikit dan akhirnya berimbas kepada biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah pengarungan, begitu mahal. Mereka yang menggeluti kegiatan ini hanya kelompok-kelompok tertentu saja, seperti para atlet arung jeram dan para penggiat kegiatan alam bebas yang tergabung dalam PA ataupun Mapala. Kenapa mereka? Karena mereka memiliki perahu dan sudah terlatih. Arung jeram saat itu belum menyentuh para pekerja kantoran, para pemuda bahkan orang tua dan anak-anak.

Paruh waktu berlalu kepada masa kini, tentu saja sangat berbeda.

Saat ini, bahkan seorang anak kecil berusia di bawah lima tahun bisa mengikuti olahraga ini (menjadi sebuah olahraga karena kegiatan ini telah masuk dalam jajaran olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional). Arung jeram bukan lagi merupakan sesuatu yang eksklusif. Semua orang dapat mengikuti olahraga ini. Hampir seluruh sungai-sungai berarus deras di Jawa telah dikelola oleh puluhan operator penyedia jasa arung jeram. Di luar Jawa, tampaknya tinggal menunggu waktu saja. Mereka yang menginginkan petualangan lebih akan beralih ke sungai-sungai di luar Jawa. Jadi, di manapun ada sungai berarus deras dengan jeram-jeram tangguh berada, di situlah para hobbies arung jeram akan menuntaskan kesenangan mereka.

Para operator akan berlomba dengan sehat untuk mendatangkan para hobbies arung jeram dengan beberapa paket unggulan mereka. Tentu saja dengan standar keamanan yang terpercaya. Olahraga ini beresiko tinggi dan para hobbies harus merasa nyaman dan aman selama mengikuti kegiatan ini. Hal yang santun diperlihatkan oleh para operator ketika mereka memperlibatkan energi dari masyarakat lokal untuk andil di dalam jasa pelayanan wisata arung jeram. Beberapa penduduk lokal telah dilatih untuk menjadi guide arung jeram yang tangguh untuk mendampingi para pengarung jeram. Sementara itu dengan semakin ramainya daerah sekitar sungai, maka banyak bermunculan home stay, warung-warung makan, penyedia angkutan lokal dan fasilitas-fasilitas penunjang lain. Di sini mereka akan bersanding dengan rukun dengan para operator menuju terciptanya Desa Wisata Arung Jeram.

Di sisi lingkungan hidup, keberadaan aktifitas arung jeram akan membuat para operator berpikir,

“Bagaimana kami menjaga sungai ini agar tetap mengalir deras dan jernih agar tamu-tamu kami terpuaskan?”

Maka, dijalankanlah program penghijauan di daerah penyangga , yaitu hulu sungai. Lalu penanaman pohon-pohon di daerah tepian sungai untuk mencegah terjadinya erosi. Dan beberapa program pencegahan limbah pabrik dan rumah tangga yang masuk ke sungai. Begitu santun jika masyarakat lokal ikut berperan dalam membangun wisata arung jeram.

Sungai Citarik, Citatih, Ciberang, Cimanuk di Jawa Barat. Sungai Serayu, Progo, Elo di Jawa Tengah. Sungai Pekalen, Kasembon di Jawa Timur. Dan masih ada beberapa sungai lainnya di mana operator-operator membangun wisata arung jeram di situ. Arung jeram telah mendapat hati di masyarakat awam, bukan lagi sesuatu yang eksklusif. Semua orang berhak memilih kegiatan ini di akhir pekan mereka. Beberapa perusahaan atau kantor-kantor akan memilih kegiatan ini untuk memupuk kebersamaan karyawan mereka. Alternatif lain selain kegiatan Outbound Management Training. Dalam arung jeram, seseorang akan mendapatkan apa yang tak dapat diperoleh dalam permainan outbound, keberanian.

Tiba-tiba sungai menjadi tempat bermain yang menyenangkan.

***

Setelah kebutuhan akan penyedia jasa arung jeram tercukupi, orang akan berlomba-lomba mencicipi satu demi satu sungai berarus deras. Tak perlu takut, percayalah kepada para operator. Mereka hadir untuk memberikan rasa aman kepada para pengarung jeram. Kembali lagi kepada kebutuhan manusia untuk selalu mencoba hal-hal yang baru. Mencoba tempat-tempat yang baru, hadir di tempat-tempat yang baru.

Tempat yang baru, hal ini menarik bagi kami.

Sebuah sungai memanjang membelah kota Purworejo, berhilir di lereng barat gunung Sumbing dalam wilayah kabupaten Wonosobo dan berhilir di Samudra Hindia. Beberapa survey darat dan air telah kami lakukan dengan menyenangkan. Menghasilkan pandangan bahwa sungai ini layak dikunjungi dalam rangkaian wisata arung jeram. Bogowonto.

2 rangkaian pengarungan sejauh 25 kilometer di akhir April hingga awal Mei tahun ini telah dilakukan yang didahului oleh beberapa survey darat di daerah aliran sungai Bogowonto. Pada pengarungan pertama, kami menyebutnya pengarungan Bogowonto Atas. Sementara itu pada pengarungan kedua, kami menyebutnya Bogowonto Bawah. 2 bagian sungai yang tentunya memiliki perbedaan karakter.

Sebuah kejutan yang menyenangkan pada pengarungan pertama. Bogowonto Atas benar-benar membuat tim pengarung kewalahan. Tempo pengarungan benar-benar tinggi yang diciptakan oleh lintasan jeram yang tak kunjung henti. Tak ada aliran flat/datar di sini, setiap aliran menimbulkan gradien yang sesekali memunculkan standing wave Beberapa jeram unggulan telah kami petakan di sini. Karakteristik daerah aliran sungai adalah daerah dengan view yang benar-benar masih alami. Yang paling mengesankan tentu saja beberapa buah curug/air terjun yang sempat kami temui di sebelah timur sungai. Tak ada perkampungan, hanya ada tebing, hutan dan perladangan di kanan kiri sungai. Penampang sungai yang begitu sempit seolah mengingatkan kepada sungai Pekalen di Probolinggo. Bogowonto Atas mempunyai tingkat resiko yang begitu tinggi.

2 minggu berikutnya adalah pengarungan Bogowonto Bawah. Bagian ini lebih bersahabat dengan para pengarung, Tingkat kesulitannya lebih rendah dari bagian atasnya. Mulai dapat ditemui beberapa lintasan flat dengan intensitas jeram yang mulai berkurang. Di tepian sungai mulai ditemui perkampungan, sehingga aksesibilitas ke bibir sungai lebih mudah jika ditempuh dari jalan raya. Akan ditemui sebuah tempuran sungai yang menjadikan satu aliran sungai Bogowonto dan sungai Kodil. Dari tempuran ini penampang sungai semakin melebar. Beberapa bendungan juga akan dilewati selama pengarungan. Dari bendungan setinggi 1 meter hingga 3 meter. Tak perlu mengangkat perahu untuk melewatinya.

Begitulah, 25 kilometer sungai Bogowonto yang menggoda. Ada sebuah harapan bahwa sungai ini dapat menjadi wacana baru bagi para hobbies arung jeram yang menginginkan petualangan yang lebih. Pun ada sebuah fakta yang tak dapat terelakkan yang menjadi keunikan tersendiri dari sungai ini. Sangat unik, bahwa ketika musim penghujan, sungai ini akan mencapai grade tertingginya (terutama Bogowonto Atas). Bahkan mungkin menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa. Namun ketika musim kemarau, sungai ini benar-benar kering dan tak dapat diarungi oleh perahu.

Akhirnya, selamat datang penghujan tahun 2012 nanti. Selamat datang di tempat yang baru, di sungai yang baru. Mari meramaikan sungai Bogowonto dengan arung jeram. Memotret lalu menuliskan tentangnya dan tak lupa sebarkanlah kepada para pencinta arung jeram di manapun mereka berada.

…beranilah
Matur nuwun :)

agustus 2011
~ jarody hestu
Equator Indonesia menuju Bogowonto Raft 2012

P.S.
• Peta interaktif wisata arung jeram sungai Bogowonto secepatnya akan kami publish sebagai panduan bagi para pengarung Bogowonto. Untuk informasi lebih, silakan menghubungi kami.
• Mari kita mulai dari Jogja, ada harapan bahwa para penggiat kegiatan alam bebas di Jogja mulai akrab dengan tempat ini pada 2012 nanti. Untuk kemudian mengenalkannya kepada teman-teman di kota lain.

www.equator-indonesia.com

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.
Fill Captcha
Fill Captcha